Konsumen Perumahan Korban Penipuan Harapkan Pemkot Berikan Solusi

LUBUKLINGGAU – Sebanyak 430 konsumen korban penipuan perumahan PT Buraq Nur Syariah berharap kepada Pemkot Lubuklinggau memberikan solusi terkait permasalahan yang tengah mereka alami.

Pasalnya sudah Tiga bulan penantian mereka agar mendapatkan hak-haknya sebagai konsumen, belum juga mendapatkan kepastian solusi baik dari Pemerintah Kota Lubuklinggau dan kepastian hukum dari APH.

Salah seorang anggota FKKBNS Nopri Irawansyah, Minggu (28/3) mengatakan, proses berjalannya pengaduan konsumen korban PT BNS telah dilalui mulai dari 270 konsumen yang melapor ke BPSK Kota Lubuklinggau, dan telah Sembilan kali melakukan sidang abitrase dan telah diputuskan memenangkan konsumen korban BNS.

Kemudian dilanjutkan audiensi kepada DPRD Kota Lubuklinggau sebanyak Tiga kali sampai dilakukan Sidak dilapangan lokasi PT BNS. Serta pelaporan ke Polres Lubuklinggau dan sudah lebih 10 orang korban yang diperiksa serta Satu pengaduan langsung ke SPK Polres Lubuklinggau.

“Bahkan sudah memasukan surat ke Sekda kota atas nama FKKBNS memohon audiensi dan menjadi penengah masalah penipuan ini sudah dilakukan, ” jelasnya.

Selain itu tambah dia, puluhan berita mengenai penipuan PT BNS di Lubuklinggau yang merugikan 430 konsumen di media online dan cetak serta dimuatkan di media linggau striming sudah dilakukan.
Memasukan surat atas nama FKKBNS ke BPN Kota Lubuklinggau, surat ke Bank BTN Sudah dilakukan oleh FKKBNS mengingat ada keterkaitan antara PT BNS, PT MDS, PT 3 Putri bayu terhadap aset Lelang perumahan Linggau Valley yang diielola PT BNS.
Total kerugian korban penipuan PT BNS kurang lebih 7 Milyar rupiah.

“Mewakili seluruh korban penipuan oleh PT BNS yang tergabung dalam FKKBNS, Kami meminta dan memohon kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau agar dapat memberi solusi terbaik menyikapi masalah penipuan ini, serta memberikan angin segar berupa alokasi khusus membantu membangun rumah yang diharapkan masyarakat Kota Lubuklinggau yang menjadi korban penipuan PT BNS ini, ” harapnya .

Harapan juga disampaikan kepada DPRD Lubuklinggau agar membantu menyuarakan aspirasi korban penipuan BNS dan membentuk pansus khusus pengawas penyelesaian kasus BNS ini.

” FKKBNS juga meminta Dan memohon kepada Polres Lubuklinggau dan jajarannya agar segera memeriksa, men”DPO”kan dan menangkap terlapor sesuai Laporan SPK Konsumen BNS,” harapnya (rilis/ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *