Kurang Pengawasan, Inilah Kondisi Proyek Pemeliharaan Jalan Habiskan Dana Miliaran di Mura

Kurang Pengawasan, Inilah Kondisi Proyek Pemeliharaan Jalan Habiskan Dana Miliaran di Mura

MUSIRAWAS – Dana Rp 1, 5 Miliar lebih untuk kegiatan proyek pemeliharaan jalan Q1 Wonorejo – Simpang Semambang tahun 2021 diduga dikerjakan tidak maksimal.

Imbasnya, proyek yang hanya menambal dibeberapa titik jalan yang berlubang menggunakan APBD Musi Rawas tersebut, terkesan hanya menghamburkan uang APBD saja.

Pantauan wartawan di lapangan, Senin (12/7), sejumlah titik dilakukan penambalan ini diduga kurang volume aspal, pasalnya aspal untuk menambal terlalu tipis sehingga terlihat di permukaan tidak menyatu dengan aspal yang lama.

Imbasnya, meskipun lubang sudah ditambal dengan aspal, dalam waktu tidak lama akan kembali terjadi kerusakan.

Diketahui anggaran proyek pemeliharaan ini sebesar Rp 1.567.000.000 dikerjakan CV inisial OE berasal dari Kota Lubuklinggau.

Selain itu, pemeliharaan jalan Q1 Wonorejo – Simpang Semambang ini, pihak PU BM Musi Rawas disinyalir tidak cermat menentukan titik jalan yang benar – benar urgen untuk dilakukan perbaikan.

Banyak titik jalan yang kondisinya benar- benar urgen dan berlubang besar untuk dilakukan perbaikan, tapi tidak dilakukan.

Lubang besar yang berada persis di tengah jalan ini sering menyebabkan kendaraan khususnya roda dua kecelakaan akibat terjebak lubang yang dalam.

Kondisi lubang besar mengangga ditengah badan jalan ini sudah bertahun- tahun dibiarkan tidak tersentuh pemeliharaan, meskipun pemeliharaan jalan Q1 Wonorejo- Simpang Semambang ini sudah dua tahun berturut -turut dianggarkan.

Salah seorang pengendara roda dua yang melintas, Sudar mengatakan, kondisi pemeliharaan jalan disinyalir tidak maksimal ini diduga kurang pengawasan, baik dari Dinas PU Bina Marga maupun anggota DPRD yang tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.

“Beginilah kalau pengerjaan proyek tidak maksimal diawasi, atau juga disinyalir memang ada kongkalikong sehingga pengerjaannya terkesan tidak maksimal,” katanya.

Dirinya berharap kepada pihak DPRD Musi Rawas melakukan sidak, serta merekomendasikan agar pengerjaan proyek tersebut dikerjakan sesuai aturannya, sehingga anggaran yang digelontorkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Musi Rawas khususnya pengguna jalan.

Lubang besar dibiarkan tanpa perbaikan di tengah jalan perbatasan Q1 Wonorejo – Leban Jaya sering sebabkan kecelakaan.

Disamping itu DPRD hendaknya mengimbau Dinas PU BM agar benar – benar selektif menyeleksi calon rekanan yang mengerjakan proyek di Musi Rawas serta perencanaan pemeliharaan yang matang sesuai urgensinya.

Sementara pihak Dinas PU Bina Marga Musi Rawas, sampai berita ini dimuat, belum bisa dimintai tanggapannya.(ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *